Kamis, 22 Mei 2014

Bukit Tunjuk, Bukit yang Menyerupai Candi

Bukit Tunjuk

Bukit Tunjuk berada di Kabupaten Lahat provinsi Sumatera Selatan, bukit  yang merupakan Maskot bagi Kota Lahat ini memiliki beberapa nama atau sebutan, ada yang menyebutnya sebagai Bukit Tunjuk, ada juga yang menyebutnya dengan nama Bukit atau Gunung jempol dan ada juga yang menyebutnya dengan nama Bukit Serelo.

Bukit ini memilki ketinggian sekitar 900 mdpl, pemandangan disekitar bukit tersebut yang dihiasi oleh aliran sungai Lematang menurut Saya cukup menarik dan menawan, ditambah lagi dengan keunikan dari bentuk bukit itu sendiri yang mirip dengan telunjuk atau jempol manusia.

Beragam mitos di masyarakat tentang bukit tersebut, namun Saya tertarik dengan salah satu cerita dari masyarakat yang mengatakan bahwa bukit tersebut dahulu adalah candi pada masa Kerajaan Sriwijaya. Memang bila diperhatikan bentuk dari bukit tersebut mirip dengan Stupa pada candi, penasaran akan hal tersebut Saya coba mencari informasi melalui internet dan sekali lagi Saya tertarik dengan salah satu artikel di Kompasiana.com, dengan asumsinya dan kajian secara ilmiah bahwa adanya kemungkinan apabila bukit tunjuk adalah candi pada masa Kerajaan Sriwijaya.

Apabila kita lihat dari bentuknya, bagian atas bukit tunjuk memang menyerupai stupa pada candi, dilihat dari sisi historis, Bukit Tunjuk berada di Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan, yang pada abad ke VII Kota Palembang dan sekitarnya dikenal sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya, dan pada masa tersebut Kerajaan Sriwijaya dikenal dunia sebagai pusat pendidikan agama (budha) dan pusat pengetahuan, tentu saja sebagai Kerajaan yang besar dan merupakan pusat pendidikan memiliki fasilitas berupa candi yang besar sebagai wadah atau sarana untuk menampung para biksu budha pada saat itu. Bila dilihat dari kedudukannya, posisi bukit tunjuk berada diantara bukit-bukit, ada kemiripan dengan candi Borobudur yang kedudukannya berada diatas bukit.

Namun ini hanya sekedar cerita dari beragam mitos tentang bukit tunjuk yang beredar di masyarakat Kota Lahat dan baru sekedar asumsi dari penulis artikel tersebut, untuk membuktikan kebenarannya tentu saja masih banyak dibutuhkan penelitian lebih lanjut dan mendalam oleh para ahli.



Refrensi pendukung : http://sejarah.kompasiana.com/2013/01/16/telunjuk-bukit-atau-candi-520047.html

Rabu, 14 Mei 2014

Pesona Pantai di Bintuhan

Pantai Linau - Bintuhan

Bila anda berencana untuk berlibur dan mungkin sedang mencari lokasi wisata pantai yang indah ? sepertinya pantai Laguna dan pantai Linau di desa Bintuhan cocok untuk anda jadikan sebagai salah satu pilihan wisata.

Pantai Laguna dan Linau terletak di desa Bintuhan Kecamatan Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu. Untuk menuju ke pantai tersebut membutuhkan waktu tempuh sekitar 6 jam perjalanan darat dari kota Bengkulu, rute lain untuk menuju ke pantai Laguna juga dapat ditempuh dari Kota Palembang – Pagar Alam – Bintuhan dengan waktu tempuh normal (bila tidak macet) sekitar 10 s/d 12 jam perjalanan, dan alternatif lainnya yaitu melalui rute dari Lampung – Bintuhan, namun untuk rute yang terakhir Saya kurang tahu persis berapa jam waktu tempuh yang dibutuhkan (hehe).


Pantai Laguna - Bintuhan

Desa Bintuhan memiliki begitu banyak pantai yang indah, namun pantai Laguna dan Linau memiliki daya tarik tersendiri, dengan keindahan air laut yang berwarna biru dan pasir putih yang bersih membentang di sepanjang pantai, mencerminkan bahwa pantai ini masih asri dan belum banyak tersentuh. Memang belum begitu banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan pantai ini, dan wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata ini kebanyakan hanya berasal dari penduduk lokal Provinsi Bengkulu dan sekitarnya.

Untuk masalah penginapan, anda tidak perlu khawatir karena ada beberapa penginapan sederhana di desa Bintuhan dan hanya berjarak sekitar 15 s/d 20 menit dari Pantai tersebut.

Selamat berlibur.



Rabu, 23 April 2014

Merasakan Sensasi Gravitasi di Negeri di Awan

Gunung Dempo

Kota Pagar Alam yang berada di Provinsi Sumatera Selatan terkenal dengan Gunung Dempo yang menjulang tinggi diselimuti awan dan dihiasi perkebunan teh milik PTPTN yang menghijau menghiasi kaki-kaki gunung tersebut. Gunung Dempo adalah salah satu gunung tertinggi di pegunungan bukit barisan yang membentang sepanjang pulau Sumatera dan Gunung Dempo adalah gunung tertinggi yang ada di Sumatera Selatan.

Perkebunan Teh

Tinggi Gunung Dempo sekitar 3.195 m dari permukaan laut. Tertarik dari cerita, bila berada di ketinggian maka tubuh kita akan merasakan sensasi daya tarik atau gravitasi bumi, maka ketika sedang berada di Kota Pagar Alam saya sempatkan untuk berkunjung ke Tugu Rimau yang merupakan titik awal pendakian Gunung Dempo, di Tugu Rimau tersebut sudah merupakan lokasi yang cukup tinggi yaitu dengan ketinggian 1.820 mdpl.


Titik Awal Pendakian Gunung Dempo


Tugu Rimau yang berada di Titik Awal Pendakian

Setelah 1,5 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan dari kaki gunung, akhirnya Kami sampai pada Titik Awal Pendakian tersebut, memang benar ketika turun dari kendaraan, sensasi gravitasi langsung terasa, tubuh berjalan sempoyongan karena menahan daya tarik dan berjalan juga tidak bisa lurus kedepan (agak miring) kalau kita tidak hati-hati bisa jatuh terguling, sungguh sensasi yang luar biasa bagi Kami, mungkin bagi para pendaki gunung dan Mapala hal ini sudah tidak aneh lagi.

Pemandangan Dari Titik Pendakian
Selain sensasi gravitasi, kami juga menikmati keindahan kebun teh, kota pagar alam dan daerah lain sekitarnya yang dapat kami lihat dari atas, ditambah lagi dengan pemandangan pergunungan bukit barisan dan awan awan yang bergerak yang menghiasi kaki-kaki bukit yang rasanya sudah sejajar dengan pandangan kami. Serasa berada di negeri diatas awan dan teringat akan lagunya Katon Bagasakara dengan judul Negeri di Awan (hehehe).


Serasa Awan Sejajar Dengan Tubuh

Sungguh Luar biasa ciptaan mu Tuhan dan semakin sadar betapa kecilnya diri kita.